Pada hari Sabtu, 15 November 2025, telah diadakan technical meeting 40 Days Challenge for Sustainability 2025, yang dipandu oleh tim panitia dan didampingi para pelopor ESD Indonesia, yakni Prof. Dr. phil. Ari Widodo, M.Ed., Prof. Dr. Eko Hariyono, M.Pd., dan Ibu Dr. Rini Solihat, M.Si. melalui Zoom Meeting. Dalam pertemuan pertama antara peserta dan pelaksana ini, terjadi interaksi, dialog, dan diskusi yang hidup. Setiap pihak mencoba menyiapkan diri dengan baik untuk menyambut pelaksanaan aksi 40 hari yang akan secara resmi dimulai pada tanggal 17 November 2025.
Acara dibuka dengan penyampaian sambutan oleh Ketua Pelaksana, Ibu Fanny Rahmatika Rahim, M.Pd. Disampaikan laporan terkait penyelenggaraan tahun ketiga 40 Days Challenge for Sustainability, meliputi jumlah peserta, asal peserta, jenjang sekolah peserta, hingga kebaharuan lomba. Pada tahun ini, 40 Days Challenge for Sustainability 2025 kategori sekolah diikuti oleh 36 sekolah, dengan 35 sekolah di Indonesia dan 1 sekolah di Arab Saudi, sementara kategori guru diikuti oleh 40 guru dari tiga jenjang yang tersebar luas di seluruh Indonesia. Jika pada tahun-tahun sebelumnya hanya dikhususkan untuk jenjang Sekolah Menengah, tahun 2025 memberikan kesempatan bagi jenjang Sekolah Dasar. Selain itu, cabang lomba ditambah sehingga kini terbagi menjadi dua, yakni lomba untuk sekolah dan lomba untuk guru.

Ibu Fanny mengharapkan para peserta tidak hanya menuangkan ide, tetapi juga mampu mengimplementasikan aksi nyata di lingkungan sekitarnya sehingga dapat membuat dampak yang nyata. Beliau mengucapkan terima kasih untuk semua pihak yang berkontribusi serta memberikan dorongan moral untuk para peserta agar semangat menjalankan aksi perubahan iklim selama 40 hari.
Agenda selanjutnya adalah pemaparan singkat materi mengenai perubahan iklim oleh Prof. Dr. Ari Widodo, M.Ed. yang ditujukan untuk memberikan pengetahuan dasar yang perlu dikuasai, baik oleh guru maupun siswa agar aksi dapat terlaksana dengan maksimal. Materi meliputi pengenalan konsep perubahan iklim, penyebab perubahan iklim—termasuk gas-gas rumah kaca, dampak perubahan iklim, serta hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menghadapi dampak perubahan iklim, atau disebut juga upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.


Selama pematerian berlangsung, beliau menunjukkan fenomena-fenomena dan contoh-contoh yang dapat dirasakan peserta dalam keseharian mereka, sehingga diharapkan tumbuh kesadaran perubahan iklim. Prof. Ari Widodo juga mendorong para peserta untuk berpartisipasi aktif, mengajak banyak pihak, dan membuat ide berkelanjutan serta inovatif agar aksi yang dilakukan dapat berdampak nyata bagi kondisi yang tengah terjadi.
Pembahasan pelaksanaan perlombaan kemudian disampaikan oleh Ibu Gita Nurul Puspita, M.Pd. selaku koordinator bidang acara. Hal-hal teknis yang harus diketahui oleh peserta, seperti aturan yang berlaku, kegiatan yang harus dilaporkan, hingga komponen dalam rubrik penilaian lomba diberikan dengan lugas untuk memberikan arahan yang jelas selama lomba dilaksanakan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan diskusi dan tanya-jawab, dipandu oleh moderator sekaligus MC pada acara hari ini, Ibu Lungguh Puri Pramswari, M.Pd.. Peserta aktif bertanya dan memberikan pendapat mereka agar ke depannya 40 Days Challenge for Sustainability 2025 berkembang menjadi semakin baik dan profesional lagi.
Membuat rencana adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjembatani antara ide dan realisasi. Setelah para peserta mengirimkan gambaran atau kerangka kegiatan selama lomba berlangsung pada tanggal 12 November 2025 lalu, kini mereka akan mewujudkannya ke dalam bentuk-bentuk aktivitas yang bermakna. Seluruh panitia dan anggota ESD Indonesia mengucapkan selamat menjalankan 40 Days Challenge for Sustainability 2025! Setiap langkah kecil adalah kebaikan yang perlu disiram, agar ke depannya dapat tumbuh subur menyebarkan kebaikan-kebaikan lainnya. Small act matters!
Semangat, para pahlawan iklim!
Penulis: Pohaci Puspa Nuwangi